Kubu Raya post authorKiwi 14 Mei 2026

Kepulangan Ocha dan Tim LCC Smansa Pontianak Disambut Penuh Kebanggaan

Photo of Kepulangan Ocha dan Tim LCC Smansa Pontianak Disambut Penuh Kebanggaan Sekda Kalbar Harisson dan Ketua IKA Smansa Pontianak Windy Prihastari menyambut langsung kepulangan Ocha dan tim LCC SMAN 1 Pontianak di Bandara Supadio usai dari Jakarta.

KUBU RAYA, SP - Kepulangan Josepha Alexandra atau Ocha bersama tim Lomba Cerdas Cermat (LCC) SMAN 1 Pontianak dari Jakarta mendapat sambutan langsung dari Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Sekda Kalbar), Harisson, di Bandara Supadio, Kubu Raya, Kamis (14/5) sore.

Turut hadir dalam penyambutan tersebut Ketua Ikatan Alumni (IKA) SMAN 1 Pontianak, Windy Prihastari. Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh kebanggaan terhadap para pelajar yang telah membawa nama Kalbar menjadi perhatian di tingkat nasional.

Penyambutan berlangsung di ruang VIP Bandara Supadio. Kehadiran Harisson menjadi bentuk dukungan moral Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terhadap para pelajar yang tengah menjadi perhatian publik usai mengikuti rangkaian kegiatan nasional di Jakarta, termasuk bertemu Wakil Presiden RI.

Dalam kesempatan itu, Harisson memberikan semangat kepada Ocha dan tim agar tetap memperjuangkan hak serta menjaga semangat keadilan sebagai generasi muda.

“Saya memberikan semangat kepada mereka untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Jangan sampai ada rasa ketidakadilan itu tertanam pada jiwa para pemuda kita,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak di tingkat nasional yang telah memberikan perhatian terhadap persoalan yang dihadapi tim LCC asal Kalbar tersebut.

“Saya berterima kasih kepada Bapak Wakil Presiden RI, Ketua MPR RI dan seluruh anggota maupun Pak Rifqinizamy, Ketua Komisi II DPR RI, dan seluruh masyarakat Indonesia yang telah memberikan dukungan kepada adik-adik kita,” ungkap Harisson.

Menurutnya, momentum ini harus menjadi pengingat pentingnya menjunjung tinggi nilai keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Mari kita terus bangun rasa keadilan yang memang sudah ditanamkan dan menjadi falsafah dalam Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” tambahnya.

Terkait polemik hasil LCC Empat Pilar Kebangsaan, Harisson menilai tidak perlu ada pertandingan ulang di tingkat daerah. Ia justru mengusulkan agar SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas sama-sama diberangkatkan ke Jakarta untuk mengikuti babak final nasional.

“Saya sebenarnya menyarankan agar baik SMAN 1 Sambas maupun SMAN 1 Pontianak dipanggil ke Jakarta untuk mengikuti final di sana. Jadi tidak perlu kita mengulang lagi LCC ini di Pontianak,” tegasnya.

Menurut Harisson, langkah tersebut lebih tepat dan adil mengingat persoalan yang terjadi berasal dari kekeliruan proses penilaian sebelumnya. Dengan demikian, Kalimantan Barat tetap dapat diwakili dua sekolah terbaik di tingkat nasional.(din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda